Teknologi Ramah Lingkungan

Komputer sudah menjadi barang umum. Ruang kantor modern paling tidak dilengkapi satu mesin komputer berikut monitor 17 inci dan laser printer. Ketika sedang bekerja, alat lengkap itu menghabiskan listrik kurang lebih 1.000 watt. Ada satu kantor yang mempunyai puluhan, bahkan ratusan perangkat komputer. Bayangkan kalau semuanya dibiarkan menyala selama delapan jam (kerja atau menganggur), berapa banyak energi yang dipakai, dan berapa rupiah biayanya sehari?

Komputer yang boros listrik akan mencemari lingkungan. Sebab listrik yang berhamburan menimbulkan medan magnetik yang mempengaruhi kinerja otak kita. Bagaimana mengurangi pencemaran lingkungan ini? Tentu dengan mengefisienkan penggunaan listrik komputer Anda. Monitornya yang 15 inci, paling tidak makan listrik antara 60 – 80 watt. Makin besar ukuran monitor, makin banyak listrik yang diminta. Kalau dilengkapi dengan standby mode (mode penghemat energi), komputer akan secara otomatis dibuat tidak aktif monitornya (setelah jangka waktu tertentu tidak dipakai), meskipun masih menyala. Mode penghemat energi ini bisa menghemat listrik sampai separuhnya atau lebih. Monitor modern yang menggunakan teknologi baru bukan hanya mempunyaistandby mode, tapi juga power-down mode yang bisa menghemat energi tambahan lagi. Dengan

mode ini, sebuah monitor biasanya hanya menghabiskan listrik tidak lebih dari 10 watt, tetapi ketika akan dipakai lagi memerlukan waktu yang cukup lama untuk bangun lagi dari tidurnya.

Salah satu monitor yang hemat yaitu LED (Light Emitting Diodes ) seperti lampu samping mobil mobil tipe baru dimana sumber cahayanya tidak lagi berasal dari satu lampu pijar saja tapi terdiri dari dioda-dioda bersinar dalam jumlah banyak. Karena sumber cahayanya lebih banyak dan tersebar, LED backlight menjanjikan pencahayaan yang lebih merata diseluruh permukaan display. LED menghasilkan cahaya putih yang lebih “putih”, Ini akan menghasilkan warna warna yang lebih cemerlang dibanding fluorescent backlight. Kualitas dan warna gambar yang dihasilkan jauh lebih hidup dan cocok untuk design grafis. Sayangnya teknologi LED ini tidaklah murah untuk saat ini, dan bahkan masih mahal. Selain itu LED juga menghemat energy 40 persen dibandingkan dengan televisi LCD dengan ukuran yang sama, Bebas merkuri dengan desainnya yang tipis, dan disertai bobot yang lebih ringan separuh dari LCD.

Kunggulan-keunggulan LED Monitor :

Kemampuan menghasilkan detail gambar yang lebih halus dan lebih sempurna dibandingkan dengan LCD monitor. Selama ini LCD monitor banyak dikeluhkan oleh pengguna komputer yang bekerja sebagai desainer grafis, yaitu kemampuan gambar yang dihasilkan oleh LCD tidak sehalus gambar yang dihasilkan oleh CRT monitor. Karena menggunakan LED, dipastikan tidak menghasilkan flicker (kedip) lebih sering (diistilahkan sebagai “flicker free”).Pencahayaan yang dihasilkan oleh LED lebih stabil dibandingan dengan LCD, sehingga kestabilan cahaya dan warna, serta ketajamannya bisa terjaga selama monitor digunakan.Konsumsi energi yang digunakan lebih sedikit (40 % lebih hemat) dibandingkan dengan LCD monitor yang masih menggunakan lampu fluorescent sebagai pemancar cahaya. Nah hal inilah yang diperbaiki oleh LED monitor, sehingga nantinya seorang desainer grafis bisa memilih LED monitor sebagai media kerjanya.Umur lampu LED lebih lama atau mempunyai masa pakai yang lebih lama dibandingkan LCD monitor. LED monitor dibandingkan dengan LCD monitor akan mempunyai berat yang lebih ringan, disamping itu ketebalannya akan lebih tipis juga.Kedalaman warna yang lebih tinggi dibandingkan LCD monitor sampai hampir mendekati warna aslinya. Kontras Rasio yang cukup tinggi perbandingannya dibandingkan dengan LCD monitor, misalnya sampai dengan 1.000.000 : 1.Tidak menggunakan bahan–bahan yang berbahaya bagi lingkungan, salah satunya tidak lagi menggunakan bahan elektronik yang mengandung mercury.

Komputer yang modern sudah dilengkapi pula dengan alat yang mampu mematikan listrik dari beberapa komponen terpisahnya, sehingga keseluruhan perangkat jadi lebih hemat. Komponen komputer itu sendiri sekarang direkayasa sesedikit mungkin memakai energi. Kebanyakan kurang dari 100 watt pada saat sibuk. Jika tidak dipakai, tapi masih dibiarkan menyala, ia hanya memakai 10 watt.

Laser printer makan banyak sekali listrik. Karena itu sebaiknya memilih merek printer yang hemat listrik. Tetapi seandainya tidak dapat memilih, ya, matikan saja printer Anda jika tidak sedang dipakai. Solusinya adalah mengunakan printer yang berbasiskan teknologi Selfscanning Light Emitting Device (SLED) dan EA-Eco Toner. Printer berbasis SLED adalah pengembangan dari printer berbasis LED yang sudah dikembangkan untuk produk high end sejak akhir 2007.
Namun, untuk printer dengan berbasiskan teknologi SLED, mereka adalah yang pertama. Bahkan, pada akhir tahun ini, printer berbasis SLED itu akan diproduksi pula untuk low end, sehingga pasarnya bisa lebih luas, termasuk untuk kepentingan keluarga dan usaha kecil. Tak terbatas pada industri, yang selama ini adalah pasar untuk produk printer high end. Printer berbasis SLED diunggulkan, bukan hanya karena bentuknya lebih ringkas dibandingkan pendahulunya yang berbasis LED, melainkan juga karena lebih hemat dalam pemakaian energi listrik dan tidak berisik. Suaranya lebih halus. Komponen dari printer ini juga menggunakan bahan-bahan yang bisa didaur ulang, sehingga amat ramah lingkungan.

Printer yang ramah lingkungan inipun dipadukan dengan toner baru, yang juga ramah lingkungan. Fuji Xerox di Yokohama juga memperkenalkan toner baru ini, yang diklaim lebih rendah emisi karbonnya dibandingkan tonerkonvensional, pulverized toner.

Dari kajian perusahaan patungan Jepang dan Amerika Serikat itu, untuk penggunaan di bidang manufaktur, emisi karbon dari EA-Eco Toner lebih rendah 35 persen dibandingkan toner konvensional. Tingkat pemakaiannya pun lebih rendah 24 persen dibandingkan pulverized toner. Jika EA-Eco Toner dipakai di bidang percetakan, emisi karbon yang dikeluarkannya lebih rendah sekitar 25 persen dibandingkan toner konvensional. EA-Eco Toner memang akan menjadi pasangan yang tepat bagi printer berbasis SLED.

Komputer model lama Anda sudah pasti boros listrik. Jika masih tetap dipakai, sebaiknya dimatikan saja ketika sedang tidak dipakai. Apakah komputer tidak akan cepat rusak kalau terlalu sering dinyala-matikan? Beberapa pengguna komputer yakin bahwa kalau komputer terlalu sering dinyala-matikan, umurnya akan pendek. Mereka menyamakan komputernya dengan lampu pijar, yang kadang memang rusak ketika dinyalakan. Bukan ketika sedang menyala. Jadi nyalakan saja terus komputer Anda. Namun sampai sekarang belum ada penelitian tentang panjang-pendeknya umur komputer yang dinyala-matikan terlalu sering. Hanya yang pasti (tanpa penelitian pun) logikanya, umur pakai komputer jelas berkurang ketika dinyalakan terus-menerus.

Jalan tengahnya ialah, sebaiknya menyalakan komputer pada pagi hari dan mematikannya sore hari ketika kantor akan tutup. Jika hanya akan memakai selama satu jam pada pagi hari dan hanya satu jam pada sore harinya, lebih baik mematikan komputer itu setelah selesai memakainya pada pagi hari dan menyalakannya lagi ketika akan memakainya sore harinya.

Dengan begitu, kita menghemat energi, bukan saja demi mengurangi biaya listrik, tapi juga demi kebersihan lingkungan kerja, agar tidak tercemar medan magnetik listrik yang berhamburan.

2 Responses to Teknologi Ramah Lingkungan

  1. LAMPU HEMAT ENERGI mengatakan:

    keren postingan boss……..saya dukung hemat energi…..so gunakan LAMPU HEMAT ENERGI

  2. lampu hemat energi mengatakan:

    bagus artikelnya boss……posting lagi donk yg keren2, berhubungan dgn hemat energi ….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: