Perlindungan Hak Cipta di dunia Cyber

Perlindungan Hak Cipta di dunia Cyber

Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam era informatika, perdagangan  tidak hanya dilakukan secara konvensional dimana penjual dan pembeli bertemu secara langsung. Dengan perkembangan teknologi, para pelaku perdagangan bisa saja berada di tempat terpisah tanpa harus bertemu, tapi transaksi tetap terjadi. Namun adakah perlindungan hukum bagi pelaku transaksi, terlebih lagi pada perdagangan perangkat lunak komputer dalam kaitannya dengan perlindungan hak cipta dan konsumen?

Perdagangan Perangkat Lunak Komputer melalui Transaksi Elektronik Dihubungkan dengan Perlindungan Pemegang Hak Cipta dan Konsumen. Perdagangan saat ini banyak dilakukan melalui transaksi elektronik dengan memanfaatkan internet atau yang disebut e-commerce. Hal ini juga mengubah wajah dunia bisnis di seluruh dunia. Melalui transaksi e-commerce, konsep dasar tradisional dimana penjual dan pembeli bertemu langsung secara fisik berubah menjadi konsep telemarketing melalui internet,” paparnya.

Munculnya sistem perdagangan melalui e-commerce memunculkan tantangan tersendiri bagi Indonesia dalam menghadapi persoalan-persoalan hukum yang akan terjadi di kemudian hari. Untuk itu sebagai salah satu negara anggota World Trade Organization (WTO), sejak 1997 Indonesia menerbitkan UU No. 12 tahun 1997 Tentang Hak Cipta yang merupakan perubahan atas UU No. 6 Tahun 1982. Peraturan tersebut juga ditindak lanjuti dengan keluarnya peraturan pelaksanaan melalui Keppres RI No. 19 Tahun 1997 tentang pengesahan World Intellectual Property Organization (WIPO) Copy Rights Treaty.

Dalam pelaksanaannya, semua peraturan yang ada masih menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Di satu sisi, adanya undang-undang dan peraturan di bidang hak cipta telah menunjukkan kepada bangsa lain bahwa bangsa kita adalah bangsa yang sadar hukum. Bangsa kita juga mulai menunjukkan niat serius untuk menekan tingkat pelanggaran dalam berbagai macam produk atau pembajakan.Timbul masalah baru karena  masyarakat indonesia belum mampu membeli produk-produk perangkat lunak asli karena harganya cukup tinggi. Kelemahan daya beli masyarakat Indonesia memunculkan produk-produk bajakan. Hal ini kemudian memunculkan tindak pelanggaran hak cipta yang dapat dijerat secara hukum.

Bahwa dengan mudahnya penggandaan (copy) dan penyimpanan (save as) dalam kegiatan e-commerce, mengharuskan perlindungan hukum terhadap pencipta. Konsep perlindungan hukum bagi pencipta program komputer dalam transaksi elektronik terkait dengan hak moral adalah bagaimana memaksimalkan hak moral untuk meningkatkan kreativitas masyarakat.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: