Proposal Teknologi Informasi

No. :

Lamp. :  1 (satu) set proposal

Perihal :  Penawaran Perancangan Website Perguruan Tinggi

Kepada Yth.

Bapak/Ibu Pimpinan

DiTempat.

Dengan hormat,

PT. SURYA KOMUNIKA berdedikasi dalam memberikan pelayanan jasa perancangan aplikasi website, private e-mail, desain grafis, software engineering dan iklan online berbasis jaringan internet dengan cakupan Internasional.

Melalui surat penawaran ini, kami menawarkan proposal perancangan aplikasi website untuk perusahaan yang sedang Anda pimpin. Adapun proposal perancangan website yang kami tawarkan, telah dilampirkan bersamaan dengan surat ini.

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,

PT. SURYA KOMUNIKA

Tedy Surya. S.Kom

Chief Technology Officer (CTO)

0211234567, 081912345678

PROPOSAL PENAWARAN

Website Perguruan Tinggi

I. PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi dan sumber informasi dari seluruh media, ternyata media internet untuk saat ini sangat digemari oleh masyarakat atau pelaku bisnis. Informasi yang didapat selain cepat, akurat juga dapat digunakan dan diperoleh dimana saja.

Keberadaan internet saat ini memberikan keuntungan secara langsung maupun tidak langsung kepada dunia bisnis, pendidikan, komunitas dan banyak lagi dari skala kecil hingga besar. Dengan adanya fasilitas internet data – data bisa disimpan, diambil dan dikirimkan secara mudah keseluruh penjuru dunia dengan berbagai cara, data dan informasi yang ada dapat dihubungkan dengan mudah dan cepat hanya dengan menggunakan ’hyperlinks’ (penghubung visual).

II. PENAWARAN PEMBUATAN WEBSITE

Mengapa Website ?

Sebuah website memiliki banyak keuntungan bagi berbagai macam golongan pemakai, serta menawarkan berbagai macam manfaat. Website telah menjadi sarana promosi, transaksi, pusat informasi, dan pengelolaan data, atau bahkan menjadi sarana pendidikan.

Sebuah website tidak saja menghemat waktu dan tempat, tapi juga biaya! Pemakai dapat mengakses Website dan apasaja yang mempunyai intregrasi dengan website dari mana saja kita berada, Fasilitas provider untuk mengakses internet juga semakin banyak, selain dengan telepon rumah, handphone, juga melalui jaringan server/warnet. Ini membuktikan bahwa masyarakat semakin tidak mau disibukan dengan keterbatasan waktu dan kesempatan untuk melihat informasi.

Penawaran yang kami ajukan :

1.  Penawaran Hosting dan Domain

Hosting adalah tempat meletakkan data website. Sebuah server hosting umumnya akan memuat beberap (ratusan) account hosting tanpa menggangu antara account hosting yang satu dengan yang lain.

Pengertian Bandwith adalah jumlah arus transfer data dalam kurun waktu tertentu yang telah ditetapkan. Dalam hubungannya dengan account hosting, semakin sering situs web dikunjungi akan semakin sibuk aktivitas download dan upload di website tersebut, maka semakin besar bandwith yang dibutuhkan.

Adapun Hosting yang kami tawarkan dengan spesifikasi sebagai berikut:

* Space 5 GB

* Bandwith 20.0 GB

* No Setup Fees

* Fast Activation

* 30-Day Money Back Guarantee if not satisfied

* 99.9% Uptime Guarantee

* SSH Access

* Unlimited Databases

o MySQL 5.x

o PostgreSQL 8.x

o SQLite 3.x

* Unlimited Domains

o Fully-hosted addon domains

o Subdomains

o Parked domains

* Unlimited Email Accounts

o POP3

o IMAP

o Mailman mailing lists

o SMTP server w/ authentication

o Auto-responders

o Forwarders

o Aliases

o Catch-all forwarders

o Spam Assassin

o Web-Based Email

* Unlimited FTP Accounts

* Optimized Ruby on Rails Hosting

* Mod_Rails Hosting

2. Penawaran Jasa Pembuatan Website

Kami menawarkan pembuatan Website Perguruan Tinggi (PT). Adapun content (isi) website sesuai dengan permintaan dari pihak PT. Selain itu kami juga menyediakan  Website Perguruan Tinggi standart, adapun gambaran  content yang telah kami rancang terdiri dari :

  1. Home (halaman depan)
  2. Profil Perguruan Tinggi meliputi :
    1. Multimedia Profile
    2. Sejarah Perguruan Tinggi
    3. Struktur Perguruan Tinggi
    4. Visi Misi Perguruan Tinggi
    5. Legalitas Perguruan Tinggi
    6. Identitas Perguruan Tinggi
    7. Fasilitas Perguruan Tinggi
    8. Daftar Karyawan + Foto
    9. Daftar Dosen + Foto
  3. Program Studi
  4. Kemahasiswaan
    1. Daftar Mahasiswa + Foto
    2. Prestasi Mahasiwa
    3. Kegiatan Mahasiswa
    4. Alumni
  • Profil Alumni
  • Kisah Sukses Alumni
  • Daftar Alumni + Foto
  1. E – Learning
  2. Berita Kampus
  3. Halaman Download
  4. Kalender Akademik
  5. Jalinan Kerjasama
  6. Galeri Foto
  7. Lowongan Pekerjaan
  8. Tugas Online
  9. Mahasiswa Baru
    1. Ketentuan PMB
    2. Form PMB
  10. Agenda
  11. Peta Kampus
  12. Berita Online
  13. Buku Tamu
  14. Kontak Kami
  15. Web Mail
  16. Halaman Pencarian

Halaman Administrator

3. Integrasi Website dengan Applikasi

Website yang kita kerjakan akan kita integrasikan dengan applikasi yang ada pada PT sebelumnya

Adapun perhitungan semua biaya diatas adalah sebagai berikut :

Hosting + Domain (per tahun)

Biaya Development

Biaya Integrasi

Rp.

Rp.

Rp.

500.000

15.000.000

24.500.000

Total Rp. 40.000.000

III SERVICE

Untuk kenyamanan dan keamanan kosumen dalam menggunakan jasa kami maka kami akan memberikan service FREE LIFT TIME atau selama lamanya tanpa biaya tambahan

IV. USULAN TEKNIS

1. Asitektur Perangkat Lunak

Arsitektur perangkat lunak yang digunakan adalah arsitektur multitier berbasis web. Dalam arsitektur multitier sistem secara keseluruhan dibagi menjadi 3 bagian yang merupakan aplikasi-aplikasi yang berbeda.

Ketiga bagian itu adalah:

A. Lapis Data

Lapis data terdiri dari aplikasi yang bertugas untuk membaca dan menyimpan

data. Untuk jumlah data yang besar diperlukan sebuah Relational Database Management System yang berupa aplikasi server. Sebuah RDBMS

berkomunikasi dengan lapis yang lain dengan menggunakan bahasa pemrograman SQL (Structured Query Language). SQL distandarisasi oleh ISO dan implementasinya diikuti oleh mayoritas vendor server database.

B. Lapis Logika

Lapis logika terdiri dari aplikasi yang melakukan pemrosesan dan perhitungan data. Seluruh aturan-aturan yang dijalankan oleh sistem terletak di dalam lapis logika ini. Lapis logika juga mengatur komunikasi data dengan lapis data dan lapis presentasi. Lapis logika umumnya berupa sebuah server aplikasi yang tereksekusi secara terpisah dari lapis-lapis lainnya. Untuk sistem berbasis web, server aplikasi ini disebut server web. Komunikasi server web dengan lapis data dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman SQL(Structured Query Language), sedangkan komunikasi dengan lapis presentasi dilakukan melalui protokol HTTP (HyperText Transfer Protocol).

C. Lapis Presentasi

Lapis presentasi berfungsi untuk menampilkan antar muka aplikasi kepada pengguna aplikasi. Pengguna melakukan pemasukan data, melihat data, mengubah data, dan membuat laporan di aplikasi ini. Untuk aplikasi berbasis web umumnya aplikasi ini berupa sebuah browser yang dapat menerjemahkan file-file berformat HTML (HyperText Markup Language), CSS (Cascading Style Sheet), dan JavaScript yang dikirimkan oleh lapis logika menjadi sebuah tampilan visual yang interaktif. Selain menggunakan browser untuk keperluan khusus aplikasi pada lapis presentasi dapat pula berupa aplikasi desktop yang memroses data berformat XML (eXtensible Markup Language) yang dikirimkan oleh aplikasi di lapis logika. Format XML yang umum digunakan adalah format XML-RPC (XML Remote Precedure Call) atau SOAP (Simple Object Access Protocol).

Sistem multitier digunakan agar masing-masing bagian dapat dikembangkan atau diupgrade secara terpisah. Pemusatan pemrosesan dan penyimpanan data pada lapis data dan lapis logika juga berarti bahwa pengelolaan aturan-aturan dapat dilakukan secara cepat dan terpusat di satu tempat. Hal ini menghindari terjadinya adanya aplikasi yang berbeda versinya dapat berjalan pada saat yang sama. Sedangkan aplikasi pada lapis presentasi dapat terletak dalam banyak komputer yang dapat digunakan oleh banyak pengguna pada saat yang bersamaan.

2. Modul Perangkat Lunak

Sistem informasi yang terdapat pada aplikasi ini merupakan gabungan dari beberapa sub-sistem yang terintegrasi. Beberapa sistem yang  ada meliputi :

  1. Sistem Akademik
  2. Sistem Keuangan
  3. Sistem Perpustakaan
  4. Sistem SDM
  5. Sistem Sarana dan Prasarana
  6. Sistem Penjamin Mutu
  7. Sistem Website
  1. Pelaporan

Dari terintragrasinya system yang ada maka, semua modul yang ada pada

system dapat diambil laporan yang berupa data laporan yang berbentuk excel atau pdf, sesuai dengan apa yang kita butuhkan

Proses Pembuatan laporan

Penjelasan :

Data, yang terdiri dari data numerik maupun text akan diinput melalui antar muka aplikasi yang kemudian akan disimpan ke dalam persistence storage (database) setelah itu data bisa diproses untuk kemudian di jadikan Laporan sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap departement.

3. Teknologi Perangkat Lunak

Sistem Informasi yang dibangun terdiri dari berbagai jenis aplikasi yang digunakan secara bersamaan. Secara umum pilihan aplikasi dilakukan atas dasar faktor-faktor utama:

  1. Keandalan dan stabilitas
  2. Keamanan
  3. Kinerja
  4. Kemudahan penggunaan
  5. Kemudahan perawatan dan modifikasi
  6. Open source agar biaya support dan upgrade di masa mendatang dapat ditekan.

Faktor-faktor tersebut di atas disesuaikan dengan kebijakan pemerintah untuk memanfaatkan perangkat lunak berbasis open source dalam program IGOS yang tertuang di dalam Surat Edaran Menkominfo No. 05/SE/M.KOMINFO/10/2005 tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal.

Aplikasi-aplikasi tersebut adalah:

  1. Sistem operasi server

Komputer server adalah komputer yang menjalankan aplikasi pada lapis data dan lapis logika. Seluruh proses sistem secara fisik dilakukan di komputer ini. Sistem operasi adalah perangkat lunak dasar yang diperlukan agar aplikasi lain dapat dijalankan di perangkat keras. Sistem operasi menghubungkan antara perangkat keras dan perangkat lunak lain.

Sistem operasi server yang digunakan adalah Ubuntu Linux 6.06 LTS. Sistem operasi GNU/Linux adalah sistem operasi open source yang meniru arsitektur UNIX yang umum digunakan di server-server mainframe. GNU/Linux yang awalnya diprakarsai oleh Linus Torvalds kini pengembangan dan penggunaannya telah mendapat dukungan dari banyak vendor-vendor perangkat lunak termasuk IBM, HP-Compaq, Oracle, dan Sun Microsystem. Kelebihan utama penggunaan GNU/Linux adalah:

    1. Kinerja dan stabilitas. Sistem operasi ini memang didesain untuk dijalankan di server sehingga faktor stabilitas dan kecepatannya menjadi prioritas utama dan sudah terbukti dalam pelaksanaannya. Stabilitas yang tinggi berarti server tidak membutuhkan perhatian yang terus-menerus dalam proses perawatannya.
    2. Keamanan. Dengan standar keamanan yang tinggi sistem operasi ini juga relatif lebih kecil kemungkinannya mendapat gangguan dari faktor luar. Faktor luar dapat berupa pengguna, dapat juga berupa program lain seperti virus atau worm. Sejauh ini belum ada virus atau worm yang dikenal telah menyebar di sistem operasi GNU/Linux walaupun sistem operasi ini digunakan oleh mayoritas server di internet. Virus-virus Linux yang ada sekarang masih berupa bahan studi dalam dunia akademik.
    3. Biaya kepemilikan keseluruhan (Total Cost of Ownership). Biaya kepemilikan meliputi biaya pembelian lisensi penggunaan, biaya dukungan (support), biaya pelatihan, serta biaya upgrade. Dengan menggunakan GNU/Linux pembelian lisensi dan upgrade tidak diperlukan lagi, sehingga biaya hanya terdiri dari  dukungan dan pelatihan. Untuk dukungan dan pelatihan dapat diperoleh dari vendor dalam negeri sehingga dapat diperoleh dengan harga lebih murah dan tidak perlu ada biaya yang dikeluarkan ke luar negeri. Hal ini pula yang menyebabkan pemerintah mendorong program IGOS (Indonesia Go Open Source).

Ada lebih dari seratus jenis distribusi GNU/Linux baik yang telah bersifat komersial maupun non-komersial. Yang akan digunakan adalah Ubuntu Linux yang diproduksi oleh perusahaan Canonical dari Isle of Man. Keunggulan penggunaan Ubuntu Linux adalah:

  1. Tersedianya edisi download yang dapat digunakan secara gratis sehingga biaya lisensi dan upgradenya di masa mendatang tidak diperlukan lagi.
  2. Ubuntu menyediakan support yang komersial sehingga bila di masa mendatang dukungan itu diperlukan maka dukungan komersial dapat diperoleh tanpa perlu mengganti ke sistem operasi lain.
  3. Aplikasi tambahan dapat diperoleh secara mudah dan gratis melalui koneksi internet.
  4. Pilihan aplikasinya lebih luas dibanding mayoritas distribusi lain yang berbasis di Amerika Serikat karena Ubuntu tidak terikat pada pembatasan paten yang didaftarkan di Amerika Serikat (umumnya pada perangkat lunak enkripsi dan codec multimedia).
  5. Aplikasi-aplikasi utama yang dibutuhkan oleh sistem informasi (Apache, dan MySQL) sudah tersedia dalam paket standar sehingga tidak perlu diinstal secara terpisah.
  6. Ubuntu Linux adalah distro Linux yang paling populer sehingga memiliki basis pengguna yang besar baik di dalam maupun di luar negeri.
  7. Ubuntu Linux mewarisi kestabilan dan kemudahan perawatan dari Debian GNU/Linux yang dikenal dari keandalannya sebagai system operasi server.

2. Sistem operasi client

Komputer client adalah komputer yang digunakan secara langsung oleh pengguna. Agar dapat digunakan komputer client harus terhubung melalui jaringan ke komputer server. Sistem operasi client yang digunakan adalah Microsoft Windows XP Professional SP 2 dan Ubuntu Linux.

3. Server database

Server database adalah sebuah aplikasi yang berfungsi untuk menyimpan dan membaca data terstruktur dengan cara yang cepat, aman, namun dapat menampung data dalam jumlah yang besar. Mayoritas server database berupa Relational Database Management System (RDBMS) yang menyimpan data dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan. Komunikasi dengan sebuah RDBMS dilakukan dengan menggunakan bahasa SQL yang distandarisasi oleh ISO. Walaupun jenis produk dan vendor RDBMS cukup beragam (di antaranya yang terbesar adalah Oracle, IBM, dan Microsoft) semuanya memiliki implementasi SQL standar tersebut dengan sedikit perbedaan (disebut dialek SQL).

Server database yang digunakan dalam sistem adalah MySql 5.0. MySql termasuk ORDBMS (Object-Relational Database Management System), yang selain memiliki fitur standar RDBMS juga memiliki kemampuan object-oriented. MySql dikembangkan secara open     source oleh Sun Microsystem  mengikuti standar ISO SQL 2003 dengan fitur-fitur:

  1. Query yang kompleks
  2. Foreign key
  3. Function / procedures
  4. Trigger
  5. View
  6. Integritas transaksi
  7. Multiversion concurrency control

MySql 5.0 dapat dijalankan di sistem operasi berbasis UNIX, GNU/Linux, maupun Windows NT. MySql dapat digunakan secara gratis, namun dukungan komersial juga dapat diperoleh dari beberapa perusahaan.

MySql 5.0 juga dilengkapi dengan perangkat administrasi untuk melakukan fungsi-fungsi backup, restore, optimasi secara otomatis, logging, dll.

4. Aplikasi Server

Mongrel adalah library HTTP yang cepat dan server untuk bahasa pemprograman Ruby yang diperuntukan untuk hosting aplikasi web yang dibuat oleh bahasa pemprograman ruby, yang menggukanan teknologi  plain HTTP. Mongrel merupakan framework dan sudah support untuk  Ruby On Rails, Og+Nitro, Camping, and IOWA frameworks

5. Framework dalam pembuatan Aplikasi

Framework aplikasi adalah desain dan program kerangka aplikasi yang digunakan untuk membangun aplikasi-aplikasi yang sejenis. Framework memiliki banyak pustaka tingkat tinggi yang dapat digunakan secara berulang. Umumnya framework perangkat lunak didesain secara berorientasi objek sehingga desain dan programnya tersedia sebagai class-class abstract. Framework aplikasi mendefinisikan arsitektur aplikasi sehingga penambahan fungsi-fungsi lain dapat dilakukan dengan menambah modul-modul tanpa perlu memodifikasi kode program yang sudah ada (kecuali file-file konfigurasi).

Dalam sistem ini, framework yang digunakan yaitu rails, sebuah framework untuk bahasa pemprograman ruby.

Rails :

  • Sebuah framework yang memiliki produktivitas tinggi
  • Ditulis dalam bahasa pemprograman ruby oleh David Heinemeier Hansson
  • 10 kali lebih cepat dalam developing suatu sistem dibandingkan dengan jenis framework yang sama.
  • Sebuah framework open source untuk developing back-end (database) untuk aplikasi web
  • Tidak perlu mengkompilasi code untuk menjalankan aplikasinya

Full Stack Framework :

  • Sudah termasuk kebutuhan untuk pembuatan  database menggunakan pattern Model-View-Controller.
  • Baris code lebih sedikit dan efektif

Konvensi Melebihi Konfigurasi :

  • Rails menitik beratkan pada konvensi (penamaan) dibandingkan dengan konfigurasi. Sehingga pembuatan aplikasi dapat dilakukan lebih cepat.

6. Abstraksi Database

RDBMS tersedia dari berbagai vendor dan dapat terdiri dari beberapa produk. Walaupun semuanya menerapkan standar SQL, namun implementasi SQL antar produk tetap memiliki perbedaan kecil yang disebut dialek SQL. Perbedaan yang ada menyebabkan sebuah aplikasi umumnya hanya menggunakan salah satu dialek saja dan oleh karena itu hanya dapat menggunakan suatu jenis RDBMS saja. Aplikasi abstraksi database adalah sebuah aplikasi / pustaka yang menyediakan metode standar untuk berkomunikasi dengan database lalu menyediakan dialek SQL yang cocok untuk RDBMS yang digunakan. Aplikasi yang menggunakan abstraksi database dapat menggunakan RDBMS yang berbeda-beda tanpa perubahan dalam aplikasi itu sendiri.

Penggunaan Rails memungkinkan aplikasi untuk bermigrasi ke database lain bila suatu saat kebutuhannya dinilai perlu untuk meningkatkan kapasitas / kapabilitas databasenya.

7. Pengguna dan Hak Akses

Pengguna dan Hak Akses adalah bagian dalam sebuah perangkat lunak yang mengatur hak-hak akses yang dimiliki oleh setiap pengguna. Modul ini memastikan bahwa setiap informasi hanya dapat dilihat atau diubah oleh pengguna yang memang memiliki wewenang untuk itu. Hak akses mengatur berdasarkan kelompok yang dimiliki oleh pengguna bagian-bagian mana dari aplikasi yang dapat diakses. Pengelolaan pengguna dan hak akses ini  diatur dalam modul yang bernama Roles dan Permission.

Modul Roles mengelola sebuah objek yang disebut role. Role merepresentasikan baik pengguna maupun kelompok pengguna. Role didesain dengan fleksibel sehingga sebuah role dapat merupakan anggota dari role lain secara tidak terbatas. Sebuah role juga dapat menjadi anggota dari beberapa role sekaligus. Sebuah role lalu dapat diberikan sebuah atau beberapa objek privilege yang merepresentasikan hak akses pada bagian modul tertentu. Modul Roles menyediakan pula perangkat pengujian untuk mensimulasikan hak akses ini untuk kombinasi role dan privilege tertentu.

Pembagian dasar jenis ada tiga buah yaitu:

  1. anonymous, yaitu akses yang dapat diperoleh tanpa login
  2. administrator, yaitu akses yang dimiliki oleh administrator sistem
  3. user, yaitu akses yang dimiliki oleh pengguna biasa.

Akses user umumnya dapat dibagi-bagi lagi sesuai dengan jenis pengguna yang ada dalam proses kerja aplikasi.

Modul Permission mengelola objek privilege. Objek privilege dapat dikaitkan dengan akses pada tingkat modul, komponen, class, bahkan instantiasi dari class yang bergantung pada data. Hak akses pada objek privilege memiliki beberapa tingkat, yaitu:

  1. None
  2. Overview
  3. Read
  4. Edit
  5. Add
  6. Delete
  7. Admin

Perilaku pada setiap tingkat dapat diinterpretasikan secara bebas dalam desain setiap modulnya.

8. Antar Muka Browser dengan AJAX

Browser menjadi antar muka yang populer digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang penggunanya banyak dan tersebar di beberapa lokasi. Hal ini disebabkan telah tersedianya berbagai jenis browser secara otomatis di berbagai sistem operasi sehingga di komputer-komputer client tidak perlu diinstal sesuatu lagi. Hal ini amat memudahkan pada saat perawatan sehingga setiap terjadi masalah atau terjadi perubahan sistem semuanya cukup dilakukan di server saja, tidak perlu memeriksa komputer-komputer client. Ini disebut konsep thin client karena komputer client sama sekali tidak melakukan pemrosesan logika aplikasi. Pemrosesan yang terjadi di komputer client hanyalah pemrosesan yang dilakukan oleh antar muka untuk memberi kemudahan penggunaan.

Ada beberapa komponen yang diolah oleh sebuah browser:

  1. XHTML (eXtensible HyperText Markup Language) berisi struktur dan data antar muka. Seluruh informasi dan fungsionalitas dideskripsikan dalam file ini, termasuk widget-widget sederhana untuk keperluan input data. XHTML adalah sebuah standar yang ditetapkan oleh W3C (World Wide Web Consortium) dan merupakan pengembangan XML dari HTML (yang berbasis SGML).
  2. CSS (Cascading Style Sheet) berisi informasi mengenai layout dan style tampilan, termasuk unsur visualnya. Agar aplikasi tampak teratur dan mudah digunakan, maka pengaturan tata letak, penekanan dengan warna dan efek, serta nilai estetika dapat diatur lewat file CSS ini. CSS ini juga memungkinkan antar muka bersifat konsisten antar modulnya. CSS adalah standar yang ditetapkan oleh W3C. CSS terdiri dari 3 level, di mana sampai saat ini sebagian besar browser baru mengikuti level 1 secara penuh. Browser paling populer Internet Explorer 6 baru mengimplementasikan sebagian CSS level 2, sedangkan browser Mozilla dan Opera sudah mengimplementasikan sebagian besar CSS level 2.
  3. JavaScript adalah sebuah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di dalam browser. JavaScript dipergunakan untuk melakukan pemrosesan antar muka, termasuk melakukan pengecekan-pengecekan awal terhadap validitas data. JavaScript mengakses struktur pada XHTML dengan menggunakan DOM (Document Object Model) yang disediakan oleh browser dan memanipulasinya berdasarkan style yang ada pada CSS. Kombinasi XHTML, CSS, dan JavaScript ini sering kali disebut DHTML (Dynamic HTML). DOM adalah standar yang ditetapkan oleh W3C, sedangkan JavaScript distandarisasi oleh ECMA (European Computer Manufacture Association) dengan nama ECMAScript.

Walaupun populer digunakan namun antar muka yang dilakukan di browser memiliki keterbatasan-keterbatasan yang tidak didapati di aplikasi desktop lain. Keterbatasan yang dimaksud misalnya fitur drag-and-drop dan kemampuan mengambil atau menyimpan data tambahan ditengah proses pengisian form.
AJAX mulai dipopulerkan penggunaannya pada tahun 2005 oleh Google dengan peluncuran Gmail dan GoogleMaps. Sejak saat itu mulai bermunculan pustaka AJAX yang dapat diperoleh secara bebas.Untuk mengatasi hal ini dimunculkan konsep RIA (Rich Internet Application) atau Rich Client dimana aplikasi client masih menggunakan browser namun sudah memiliki kekayaan antar muka seperti aplikasi desktop lainnya. Salah satu solusi RIA ini adalah sebuah konsep yang dinamakan AJAX (Asynchronous JavaScript and XML). AJAX memanfaatkan sebuah object JavaScript non-standar yang pertama kali dibuat oleh Microsoft bernama XMLHttpRequest untuk mengirimkan dan menerima informasi dari server secara asynchronous (di belakang layar) berupa file dalam format XML atau JSON (JavaScript Object Notation). Dengan memanfaatkan AJAX ini aplikasi berbasis web terasa lebih interaktif, responsif, dan cepat tanpa melakukan proses reload atau submit seperti halnya aplikasi web tanpa AJAX. Aplikasi web modern berbasis AJAX dapat dilakukan dengan persyaratan browser minimal Microsoft Internet Explorer 6.0, Mozilla Firefox 1.0, Opera 8.0, atau browser berbasis KHTML 3.2 (seperti Konqueror dan Safari di Macintosh).

9. Pelaporan

Pelaporan adalah modul yang memungkinkan untuk dilakukan pengolahan data dalam format tertentu lalu hasilnya dapat dicetak oleh printer. Ada 3 buah metoda yang dapat dilakukan untuk mencetak data:

  1. Menggunakan fitur print yang telah ada di Aplikasi. Umumnya sebuah halaman dapat dibuat versi printernya yang tidak memiliki latar belakang dan format yang menghilangkan widget-widget interaksi. Untuk laporan yang sederhana hal ini dapat dilakukan.
  2. Konversi data ke dalam format PDF (Portable Document Format). Format PDF yang dibuat oleh Adobe merupakan format yang paling umum dipakai untuk format printer. Format PDF tidak berubah bila dicetak menggunakan printer yang berbeda-beda.

c. Konversi data ke dalam format XLS (Excell Sheet). Format XLS bawaan microsoft merupakan format yang paling umum dipakai untuk file report. Format XLS tidak berubah bila dicetak menggunakan printer yang berbeda-beda.

4. Metodelogi Penelitian

A. Unified Process

Ada beberapa metodologi pengembangan perangkat lunak yang umum dipakai. Perkembangan yang pesat di bidang teknologi informasi baik di bidang analisis dan desain maupun di bidang teknik pemrogramannya menyebabkan metodologi pengembangan perangkat lunak juga harus ikut menyesuaikan diri. Metodologi yang lebih baru telah mengadopsi metode analisis, desain, dan pemrograman yang berorientasi objek. Metodologi yang paling populer saat ini adalah Unified Process.

Unified Process dikembangkan sebagai metodologi yang bersifat use-case driven, berpusat pada arsitektur, iteratif, dan incremental didasarkan pada UML (Unified Modeling Language) yaitu bahasa model standar untuk desain berorientasi objek. Unified Process dikembangkan oleh Rational Software (yang sekarang bagian dari IBM) tahun 1999. Unified Process mendeskripsikan pemberian dan pengelolaan tugas serta tanggung jawab dalam sebuah organisasi pengembang perangkat lunak. Unified Process yang dilaksanakan dengan produk-produk bantu yang dibuat oleh Rational Software (IBM) disebut Rational Unified Process (RUP).

Unified Process mendefinisikan tahap pelaksanaan, kegiatan, peran pelaksana, hasil pekerjaan, dan prinsip yang harus diikuti. Namun Unified Process tidak dapat diterapkan secara langsung karena memang dimaksudkan sebagai kerangka proses kerja yang harus diadaptasikan. Unified Process menyediakan berbagai ‘pustaka’ proses kerja yang harus dipilih untuk disesuaikan dengan tim pelaksana dan jenis perangkat lunak yang dikembangkan.

Prinsip-prinsip Unified Process adalah:

  1. Pengembangan perangkat lunak secara iteratif
  2. Pengelolaan kebutuhan
  3. Penggunaan arsitektur yang berbasis komponen
  4. Pemodelan perangkat lunak secara visual (diagram UML)
  5. Verifikasi kualitas perangkat lunak
  6. Perubahan pada perangkat lunak yang terkendali

Agile Unified Process adalah adaptasi-adaptasi Unified Process yang menekankan pada kecepatan pengembangan dan fleksibilitas kebutuhan. Umumnya Agile Unified Process memilih set aktivitas dan artifak UP yang sesederhana mungkin dan menggunakan perencanaan tingkat tinggi untuk keseluruhan proyek (phase plan) dengan menyusun perencanaan detil (iteration plan) pada setiap awal iterasi. Salah satu jenis Agile Unified Process yang digunakan adalah Crystal Clear yang diprakarsai oleh Alistair Cockburn.

Deskripsi Unified Process selanjutnya adalah Unified Process yang diadaptasikan dengan Crystal Clear.

B. Tahap Pelaksanaan

Fase pengembangan dalam Unified Process ada 4 buah, ditambah dengan 1

fase penggunaan.

a. Insepsi

Tahap insepsi adalah tahap persiapan. Hal-hal yang perlu ditentukan dalam tahap insepsi ini adalah jadwal kerja, pembentukan tim, dan ruang lingkup perangkat lunak yang akan dikembangkan.

b. Elaborasi

Tahap elaborasi adalah tahap perencanaan di mana penekanan dilakukan pada terselesaikannya deskripsi kebutuhan perangkat lunak (termasuk survei), analisis dan desain arsitektur, serta pembangunan kerangka dasar aplikasi dan metode pengujiannya.

c. Konstruksi

Tahap konstruksi adalah tahap pembangunan di mana penekanan dilakukan pada desain teknis, pemrograman, dan pengujian perangkat lunak.

d. Transisi

Tahap transisi adalah tahap penerapan di mana dilakukan uji coba oleh calon pengguna, pelatihan, persiapan pemakaian dan diakhir dengan pemakaian sistem oleh pengguna.

e. Produksi

Tahap produksi adalah tahap operasional di mana kegiatan utama adalah perawatan sistem termasuk melakukan backup data.

C. Kegiatan Pelaksanaan

Dalam setiap tahap dilakukan beberapa jenis kegiatan yang umumnya berjalan bersamaan. Enam kegiatan pertama kerkaitan dengan kegiatan inti pengembangan aplikasi sedangkan empat kegiatan selanjutnya adalah kegiatan dukungan.

a. Business Modelling

Pemodelan Bisnis mendokumentasikan proses bisnis, yaitu cara kerja pengguna dalam memanfaatkan aplikasi ini (baik tanpa aplikasi maupun cara kerja yang diinginkan dengan menggunakan aplikasi). Hal ini dilakukan dengan cara:

i.      Survei dan pemetaan yang terdiri dari:

  • Pertemuan Awal untuk menyepakati ruang lingkup umum dan project charter.
  • Pertemuan Teknis yang terdiri dari pengumpulan data, wawancara dengan calon pengguna, studi literatur dan peraturan perundang-undangan.

ii.      Analisis cara kerja penggunaan yang menghasilkan:

  • Diagram Workflow yaitu alur kerja pemakaian perangkat lunak.
  • Diagram Use-Case yaitu diagram yang menjelaskan jenis-jenis pengguna dan aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengguna di dalam sistem.
  • Glossary yaitu daftar kota kata istilah yang sering dipakai dalam bidang ruang lingkup aplikasi.
  • Domain model yaitu identifikasi entitas-entitas yang terlibat di dalam sistem.

B. Requirements

analisis kebutuhan mendeskripsikan secara detil apa yang akan dilakukan oleh aplikasi, hal ini dilakukan dengan penyusunan dokumen use-case dan business rules. analisis kebutuhan dilakukan oleh Analis Bisnis. analisis kebutuhan meliputi:

i.      Melakukan analisis terhadap kondisi sistem informasi yang telah ada. Pada tahap ini, akan dilakukan analisis mengenai siapa saja pihak-pihak yang akan terlibat di dalam Sistem (organisasi atau aplikasi lain) dan bagaimana bentuk komunikasi informasi yang terjadi antar pihak-pihak tersebut.

ii.      Melakukan analisis terhadap kebutuhan sistem informasi. Berkaitan dengan analisis terhadap kondisi sistem informasi yang telah ada di atas, maka pada tahap ini akan dilakukan analisis mengenai proses-proses mana saja yang membutuhkan penanganan melalui Sistem Informasi.

iii.      Mengidentifikasi ruang lingkup sistem informasi. Pada tahap ini, dilakukan pengidentifikasian ruang lingkup sistem informasi yang akan dibangun sesuai dengan analisis kebutuhan di atas.

iv.      Mengidentifikasi ruang lingkup keluaran sistem informasi. Sebagai kelanjutan dari tahapan di atas, pada tahap ini dilakukan pengidentifikasian ruang lingkup bentuk keluaran (output) dari sistem informasi yang akan dihasilkan.

v.      Melakukan analisis terhadap aplikasi yang akan dibangun. Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap aplikasi yang akan dibangun. analisis yang dilakukan meliputi bentuk dan sistematika aplikasi sistem yang akan dibangun.

vi.      Pendokumentasian hasil analisis. Hasil akhir analisis kebutuhan adalah dokumen-dokumen berikut:

  • Dokumen Use Case yang berisi pendetilan skenario penggunaan aplikasi mengikuti format yang telah ditetapkan.
  • Non Functional Requirements yaitu berisi pembatasan-pembatasan teknis mengenai perangkat lunak yang harus dibangun.
  • Business Rules yaitu aturan-aturan yang harus diikuti oleh aplikasi. Business Rules diperoleh langsung dari peraturan kerja organisasi dan dari hasil survei.
  • Sketsa Antar Muka yaitu desain antar muka yang akan digunakan di dalam aplikasi.

C. Analysis and Design

analisis dan Desain mendeskripsikan solusi teknis yang akan digunakan untuk mencapai perilaku yang sudah ditetapkan dalam kegiatan requirement. Desain di sini meliputi desain alur, desain interaksi, desain visual, dan desain teknis. Kegiatan ini dilakukan oleh Analis dan Desainer Sistem, Desainer Visual, dan Administrator Basis Data.

Metodologi analisis dan Desain yang digunakan di dalam pengerjaan Sistem Informasi ini adalah metodologi analisis dan desain berorientasi objek dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language). UML adalah bahasa pemodelan / diagram yang secara standar digunakan untuk mengekspresikan hasil analisis dan desain. UML disepakati sebagai standar industri di bawah pengawasan OMG (Object Management Group). UML berisi spesifikasi beberapa jenis dokumen atau diagram, seperti misalnya diagram use case untuk menjelaskan requirement atau diagram class untuk menjelaskan class-class

yang diperlukan dalam pemrograman nanti. Selain diagram/dokumen UML untuk melengkapi desain diperlukan pula dokumen tambahan, seperti misalnya desain sketsa user interface dan ERD (Entity Relationship Diagram) untuk menjelaskan struktur database yang akan digunakan. Dokumen-dokumen yang umum dibuat dalam UML dapat dilihat melalui gambar berikut ini:

analisis dan Desain merupakan proses multi langkah yang terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

i.      Melakukan desain terhadap aplikasi yang akan dibangun. Setelah dilakukan analisis, maka pada tahap ini dilakukan kegiatan desain aplikasi yang akan dibangun.

ii.      Melakukan desain format keluaran sistem. Tahapan ini adalah fase dimana dilakukan penetapan mengenai keluaran (output) seperti apa yang akan dihasilkan dari aplikasi.

iii.      Menyusun kebutuhan data untuk sistem yang akan dibangun. Pada tahap ini, dilakukan penyusunan kebutuhan data-data yang akan tercakup di dalam informasi-informasi yang disajikan, dan dilakukan pencocokan antara data-data tersebut dengan perangkat pendukungnya.

iv.      Merancang alur sistem aplikasi. Tahap ini merupakan tahapan awal dari dimulainya pembangunan Sistem Informasi. Tahapan ini adalah tahapan yang mencoba untuk menentukan aturan-aturan bisnis (business rules) yang akan membangun sistem secara keseluruhan.

v.      Melakukan pembangunan / pengembangan database. Di dalam kegiatan ini, dilakukan pembangunan / pengembangan database dari aplikasi Sistem Informasi berkaitan dengan aturan-aturan bisnis (business rules) di atas.

vi.      Pendokumentasian hasil analisis dan desain berupa dokumen-dokumen utama berikut:

  • Activity Diagram atau Sequence Diagram
  • Desain Antar Muka
  • Class Diagram
  • ERD (Entity Relationship Diagram)
  • Desain Visual

d. Implementation

Implementasi yaitu merealisasikan desain ke dalam kode komputer yang dapat dieksekusi oleh komputer. Ini dilakukan dengan melakukan pemrograman.

Metodologi pemrograman yang digunakan di dalam pengembangan aplikasi Sistem Informasi adalah metodologi Object Oriented Programming (OOP). Alasan digunakannya metodologi OOP ini berkaitan erat dengan karakteristik yang menjadi ciri-ciri yang dimilikinya, yaitu:

i.      Pendekatan lebih pada data dan bukan pada prosedur / fungsi.

ii.      Program besar dibagi pada apa yang dinamakan objek-objek.

iii.      Struktur data dirancang dan menjadi karakteristik dari objek-objek.

iv.      Fungsi-fungsi yang mengoperasikan data tergabung dalam suatu objek yang sama.

v.      Data tersembunyi dan terlindung dari fungsi/prosedur yang ada di luar.

vi.      Objek-objek dapat saling berkomunikasi dengan saling mengirim pesan satu sama lain.

vii.      Pendekatan adalah dari bawah ke atas (bottom up approach).

Pemrograman dilakukan dengan menggunakan satu atau lebih bahasa pemrograman dengan bantuan perangkat kerjanya. Perangkat kerja yang digunakan meliputi IDE (Integrated Development Environment) dan Version Control System.

IDE adalah sebuah perangkat bantu pemrograman yang membantu dalam proses pengetikan kode, dokumentasi pemrograman, pencarian kesalahan program, perapian dan organisasi kode program, pelacakan eksekusi program, uji coba aplikasi, serta kompilasi dan pemaketan hasil akhir program.

Version Control System adalah sebuah perangkat kolaborasi antar pemrogram yang memungkinkan setiap pemrogram bekerja pada satu buah basis kode yang sama. Penggunaan version control system amat penting agar tidak terjadi kehilangan data dan aplikasi dapat diuji integrasinya secara cepat. Version Control System yang digunakan adalah Bazaar yang bersifat terdistribusi sehingga version control system ini selalu dapat digunakan walaupun tidak terhubung ke server kerja yang utama.

Hasil akhir pemrograman sebuah perangkat lunak yang telah dapat dijalankan sesuai dengan desain. Dokumentasi yang akan digunakan oleh pengguna seperti manual penggunaan juga dihasilkan dalam kegiatan ini. Kegiatan ini melibatkan Administrator Basis Data, Programmer dan Penulis Dokumentasi.

e. Test

Uji Coba adalah melakukan uji coba untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan yang mungkin timbul. Uji coba dilakukan oleh Pengujicoba Aplikasi dengan bantuan Programmer. Uji coba terdiri dari beberapa yaitu:

i.      Uji coba proses yang dilakukan secara otomatis oleh software. Agar hal ini dapat dilakukan maka untuk setiap fungsi atau proses di dalam aplikasi perlu disiapkan data uji dan prosesnya dimasukkan ke dalam sebuah perangkat yang disebut UnitTest. UnitTest kemudian dapat terus-menerus dijalankan secara otomatis untuk memastikan bahwa proses telah dilakukan oleh sistem dengan benar dan tetap benar setelah dilakukan berbagai modifikasi atau penambahan fitur.

ii.      Uji coba antar muka yang dilakukan oleh tester (penguji coba). Penguji coba selain mencatat kesalahan yang mungkin timbul juga bertanggung jawab untuk memberi masukan-masukan mengenai kemudahan penggunaan sistem.

iii.      analisis kinerja atas sistem yang dibangun yang disesuaikan dengan dokumen analisis kebutuhan yang dibuat pada kegiatan analisis kebutuhan.

iv.      Uji coba beta (Beta test) adalah uji coba yang dilakukan oleh calon pengguna. Ini dilakukan pada tahap Transisi.

v.      Hasil akhir kegiatan uji coba adalah laporan bug (kesalahan program) beserta dengan laporan perbaikan kesalahan program yang telah dilakukan.

f. Deployment

Pemasangan Sistem informasi meliputi melakukan pemaketan, instalasi, konversi data, konfigurasi aplikasi, pelatihan. Sebagian besar kegiatan pemasangan dilakukan pada fase Transisi. Kegiatan ini melibatkan Administrator Sistem, Administrator Basis Data, Operator Basis Data, dan Instruktur Pelatihan.

i.      Pemaketan dilakukan dengan pembuatan program instalasi sistem,

dokumentasi instalasi, dan penyerahannya dalam bentuk CD dan

dokumen.

ii.      Instalasi meliputi pemasangan aplikasi tersebut di perangkat keras yang

akan digunakan.

iii.      Konfigurasi aplikasi adalah penyesuaian konfigurasi agar aplikasi siap

pakai.

iv.      Konversi data berupa pemasukan data awal yang dibutuhkan agar

aplikasi dapat mulai dipakai.

v.      Pelatihan dan sosialisasi dilakukan bagi para pengguna dan administrator agar mereka dapat mengoperasikan sistem dengan tepat dan efektif.

g. Configuration and Change Management

Pengelolaan konfigurasi dan perubahan meliputi:

i.      Pengelolaan dokumentasi, kode, dan aplikasi yang dihasilkan dalam

pengerjaan proyek.

ii.      Pengelolaan dan pengendalian perubahan-perubahan yang terjadi

selama berjalannya pengembangan.

iii.      Status dan pengukuran kemajuan serta kualitas setiap dokumen.

iv.      Kegiatan ini dilakukan oleh Manajer Proyek dengan bantuan sekretaris

proyek.

h.   Project Management

Pengelolaan proyek meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan sumber daya, pengelolaan resiko, pembagian tugas, pengukuran kinerja, pengontrolan, dan evaluasi tim kerja. Kegiatan ini dilakukan oleh Manajer Proyek.

i. Environment

Penyiapan lokasi meliputi pengelolaan alat, sarana, prosedur, guidelines yang diperlukan pada saat pengembangan. Pemasangan perangkat kerja dilakukan di lokasi pengembangan, lokasi uji coba, dan lokasi pemakaian akhir. Hasil pemasangan didokumentasikan dalam dokumen konfigurasi jaringan dan aplikasi. Dokumentasi merupakan hal yang sangat penting dilakukan karena akan menjadi acuan pada tahap Perawatan. Kegiatan ini dilakukan oleh Administrator Sistem.

j. Operation and Support

Operasional dan Dukungan bertujuan untuk memastikan bahwa sistem dapat digunakan secara tepat dan efektif. Hal ini meliputi pengecekan bahwa perangkat lunak berjalan sebagaimana mestinya, jaringan masih tersedia dan termonitor, serta data pekerjaan terbackup. Bila terjadi gangguan maka akan diambil langkah-langkah agar sistem dapat dipakai kembali dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tanpa kehilangan data. Dukungan diberikan untuk mengarahkan para pengguna yang menemui kesulitan dalam pemakaian sistem.

D. ARSITEKTUR PERANGKAT KERAS

Arsitektur perangkat keras yang digunakan terdiri dari Server, Personal Computer Client, Local Area Network (LAN) serta perangkat pendukung berupa Uninterupted Power Supply (UPS). Skema arsitektur perangkat keras seperti gambar dibawah ini:

e. JADWAL KERJA

Jadwal kerja untuk menyelesaikan system ini, kami melihat scope pekerjaan yang akan kami kerjakan

Demikian penawaran ini kami buat semoga bisa menjadi sarana silaturahmi PT. SURYA KOMUNIKA dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi sebagai upaya bersama dalam meningkatkan mutu pelayaan Pendidikan.

Jakarta, 15 Desember 2010

Hormat Kami,

PT. SURYA KOMUNIKA

Tedy Surya. S.Kom

Chief Technology Officer (CTO)

0211234567, 081912345678


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: